Sabtu, April 28

LELAH UNTUK KALAH ATAU BERJUANG UNTUK MENANG

Bicara tentang bentuk penciptaan adalah bicara ketentuan Pencipta yang telah "apa adanya". Tidak boleh diresahi apalagi dikatai.

Mata sipit, kulit hitam, rambut bergelombang. Semua tidak dalam ranah pilihan manusia. Manusia sedianya menerima tanpa ajuan. Untuk itulah tidak ditetapkan pertanggungjawaban tersebab semua adalah pemberian.

Beda halnya dengan iman, kafir, taat, ingkar, dzolim, fasik. Semua dalam kuasa manusia untuk memilihnya. Dengannya telah Allah anugerahkan akal yang mampu memilih dan memilah benar atau salah. Dan sejatinya, manusia diciptakan cenderung pada kebenaran.

Banyak yang memilih untuk mendiami istana, tapi kalah dengan jalan terjal di hadapannya. Tak ingin lelah menapaki jalannya.

Banyak pula yang memilih untuk fokus pada tujuan. Onak duri tak dihiraui. Namun lupa menjaga amunisi. Berakhir nista. Kembali menjadi jelata.

Adapun jiwa pemenang, pejuang. Keimanan telah mengalahkan segala aral melintang. Sakit baginya nikmat. Nikmat baginya kesakitan yang akan menjauhkannya dari titik kemenangan.

Yang memilih hidup tanpa perjuangan, berjuang sepenggal jalan ataupun berjuang hingga tetes darah penghabisan, semua pasti akan temui lelah.

Yang tidak berjuang akan lelah dengan hati yang gelisah. Lelah tersebab tak jelas arah tujuan. Hidup mengalir bagai air, terus mengikuti jalan meskipun harus berakhir di sebuah lembah penuh kotoran.

Sedangkan yang berjuang sepenggal jalan pun sama. Lelah terengah-engah. Kemenangan tinggal selangkah, namun kaki sudah terlanjur kalah. Dekat dengan suara-suara sumbang. Jauh dari pekikan-pekikan lantang.

Jiwa petualang akan temui lelah. Namun baginya, sebenar-benar istirahat bukan saat diperjalanan, tapi tatkala telah kembali dengan jiwa yang tenang dan membawa kemenangan.

Because, we in the future are our choices in the past.

RWijaya
Kota Tepian, 1 Maret 2018, 21.52

#AkademiMenulisKreatif
#PenulisBelaIslam
#SaveGhoutaWaMuslimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkata baik atau diam!