Bencana ilmu adalah lupa. Begitu salah satu bunyi mutiara kata negeri arab.
Ilmu merupakan cahaya kehidupan. Dengan ilmu, manusia digiring dari kebodohan menuju kecerdasan.
Islam tentu agama yang sarat akan ilmu. Ilmu Islam yang diketahui dan diamalkan oleh seorang Muslim akan menjadikannya sebagai seorang Muslim yang berpikir cemerlang.
Dengan ilmu, manusia akan jauh dari kejahiliyahan. Ilmu yang digunakan sejalan dengan inginnya Pengatur Alam Semesta akan meninggikan derajat pemiliknya. Akan menuntunnya menapaki jalan yang lurus hingga sampai di ujung jalan yang indah.
Sebagaimana pepatah arab di atas, ketiadaan ilmu akan menjadi bencana. Manusia akan berbuat semena-mena. Karena tak ada lagi ilmu yang menjaga tingkah lakunya.
Jika ilmu yang terlupakan saja merupakan bencana, lalu bagaimana dengan perisai ummat (Khilafah Islamiyah) yang sengaja dilupakan, dihapuskan, dilenyapkan bahkan dikubur sedalam-dalamnya agar benar-benar jauh dari indera kaum muslimin?
Tentu ketiadaan perisai ini merupakan bencana yang jauh lebih besar bagi ummat. Ummat tidak lagi mengetahui bahwa mereka pernah memiliki institusi politik yang kuat dan berwibawa. Yang bertahan hingga lebih dari 13 abad lamanya untuk mengurusi urusan manusia yang ada di bawah naungannya dengan hukum Allah.
Hari ini, 3 Maret 2018. Mengingatkan kita kembali pada peristiwa 94 tahun yang lalu. Peristiwa paling memilukan bagi ummat Islam, yakni runtuhnya Khilafah Islamiyah.
Berpuluh-puluh tahun para musuh Allah membuat konspirasi jahat yang penuh intrik politik hanya untuk menghancurkan institusi Islam. Dalamnya kebencian mereka akan agama Allah berhasil mereka salurkan melalui tangan seorang pengkhianat, Mustafa Kemal Attaturk.
Meskipun demikian, selamanya kebathilan akan kalah dengan kebenaran. Kita -sebagai seorang Muslim- wajib kembali menggali sejarah kita yang telah lama dikubur. Kembali mengkaji perjalanan dakwah Rasulullah untuk mengembalikan perisai ummat di tengah-tengah kaum Muslim.
Sejarah lain boleh mati, tapi sejarah kejayaan Islam pasti akan terulang kembali. Karena hal itu sudah menjadi janji Ilahi dan kabar gembira dari Muhammad sang Nabi.
"... kemudian akan datang kembali masa Khilafah dengan garis kenabian ..." (HR. Ahmad)
Jika mereka saja bertahan hingga puluhan tahun dalam memperjuangkan kebathilan, mestinya kita tidak boleh kalah dengan mereka. Karena kita berjuang untuk sebuah kemenangan yang pasti terjadi.
RWijaya
Samarinda*, 03/03/18, 11.24
*InsyaAllah Samarinda akan menjadi salah satu bagian dari kekhilafan di masa depan
#BencanaLupa
#MenolakLupa
#PenulisBelaIslam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkata baik atau diam!