Sabtu, April 28

BERTAHAN ATAU TERBUANG

Mimpi itu tidak satu. Maksud Saya, yang memiliki dan berjuang untuk mewujudkan sebuah impian itu bukan hanya kita. Tapi, jutaan orang lainnya pun iya. Bahkan bisa saja mimpi kita dengan sebagian orang lain hampir sama atau bahkan persis sama.

Untuk itulah, 'pertarungan' dalam meraih mimpi akan senantiasa terjadi. Pun adanya menang atau kalah sudah menjadi sunnatullah. Namun, ingin menjadi pemenang atau yang terkalahkan adalah sebuah pilihan.

Dalam dunia menulis, kita punya mimpi yang hampir sama, jika tidak bisa dikatakan sama persis. Karena biasanya, inginnya ada yang menjadi penulis novel, opini, atau bahkan hanya status di medsos sendiri, hihi. Kalaupun sama-sama ingin menjadi novelis, genre yang diambil dan target pembacanya mungkin berbeda. Nah, intinya sesama pejuang mimpi menjadi penulis sama-sama 'bersaing' untuk mewujudkan mimpi yang terkadang telah lama atau mungkin baru dibangun. Jadi, pertarungan itu pasti.

Tak ada mimpi yang dibangun dengan hanya bermimpi. Membangun sebuah mimpi adalah perkara yang tidak mudah. Ya, tidak mudah! Karena jika mudah saja menggapai impian, pasti tidak ada yang namanya perjuangan.

Pada awalnya, kerangka mimpi harus dirangkai. Agar tergambar bentukan mimpi yang ingin dibangun. Seperti ingin membangun rumah, kerangka rumah harus ada di awal agar bisa mudah menyusun batu bata dan lainnya.

Menjalani aktivitas baru memang belum bisa selihai saat kita menjalani aktivitas yang kita telah terbiasa padanya. Bagi penulis pemula seperti Saya, maka keistiqomahan sangat diperlukan. Agar senantiasa bertahan sampai tujuan tercapai.

Meskipun perjuangan terbesar adalah bertarung dengan diri sendiri, membangun mimpi tidak boleh berhenti. Rasa malas, cepat puas, menunda dan tidak percaya diri adalah rasa yang dimunculkan untuk membunuh mimpi. Jadi hati-hati! Itu namanya 'bunuh diri'.

Setiap naik kelas, tantangan akan semakin besar. Jangan berharap rintangan akan sirna tatkala telah muncul sebagai pemenang. Maka bagi penulis, kata kelulusan itu tidak ada dalam kamusnya. Yang ada adalah senantiasa bersiap diri untuk mematahkan duri selanjutnya.

Ingat! Menjadi orang spesial itu tidak mudah. Meraihnya tidak mudah, dan saat ingin meraihnya pun tidak mudah. Tujuan awal akan menentukan kualitas. Siapa yang berhak bertahan, siapa yang layak terbuang. Dan bagi penulis Muslim tujuannya tetaplah satu, yakni mewujudkan cakrawala pemikiran Islam bagi jutaan pasang mata dan hati yang menanti dan mencari cahaya.

Kota Tepian, 26/04/18, 05.47
RWijaya

#AkademiMenulisKreatif
#PenulisBelaIslam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkata baik atau diam!