Kamis, September 22

Perisai Sejati

Follow Ig @IndonesiaTanpaPacaran

Di tengah kehidupan sekuler hari ini, manusia digiring menjadi penikmat nafsu birahi. Paham kebebasan telah memberikan peluang bagi masuknya budaya bebas yang jauh dari aturan Ilahi. Diperparah dengan kehadiran media sekuler, yang menjadi alat propaganda mereka untuk menyebarkan gaya hidup yang mengundang murka pemilik bumi. Alhasil, tayangan yang sarat dengan pornoaksi dan pornografi menjadi hal yang biasa di era yang dikatakan modern ini.

Dunia semakin tak terkendali. Namun, iman harus tetap membersamai diri. Menggenggam takwa sebagai perisai. Membasmi kemaksiatan yang terus terantai.

Setiap manusia mempunyai syahwat. Untuk itu, Allah jaga dengan syariat. Bukan untuk menjerat, tapi agar manusia terjaga dalam taat.

Hidup jangan diambil susah. Karena, punya pasangan di dunia atau tidak bukan syarat masuk jannah. Jadi, jangan sok bersusah payah. Sampai akhirnya, pacaran diambil sebagai jalan tengah.

Bila dirasa diri telah mampu, maka menikahlah. Bila jauh dari kriteria mampu, maka berpuasalah.

Puasa adalah perisai sejati. Bagi setiap diri agar terimunisasi. Menangkal syahwat yang menguasai. Terfokuslah diri pada Ilahi.

" ... Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Nasihat singkat ini kuperuntukkan bagimu, wahai saudara-saudariku yang masih berada di dalam lingkar hitam bernama pacaran. Mari fokuskan diri pada perbaikan. Yakinlah! Pilihan-Nya adalah sebaik-baik pilihan. Tugas kita hanya berusaha tetap dalam ketaatan. Hingga Allah berikan keputusan.

RWijaya (Redaktur ITP)
Ig: @rrwijayaa

Samarinda, 22/09/16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkata baik atau diam!