Pemimpin adalah perisai. Perisai bagi umat yang dipimpinya. Dan yang ada sekang adalah perisai yang rapuh. Bahkan perisai sejati telah hilnag di telan oleh kegelapan. Kegelapan hati yang membutakan pikitan. Jangan ada yang tahubapapun. Pemimpin layaknya benteng. Benteng dari kemaksiatan jangankan untuk meminpin. Bermaksiat sajabia sudahlah takut. Ia takut kalau kalau rayatnya akan jatih pada lubang kemaksiatan. Yang mengakibatkan dirinya yang menanggungbperbuatan rakya yang tidak ia riayah alias ia abaykan. Hentikan kepemimpinan demokrasin ganti dengan sistem islam yang memanusiakan manusia. Mendekatkan bahkan mengenbalikna manusiabpada fitrahnya yangvtunduk dan patuh pada sang pencipta bumi yang maha perkasa. Pemimpin bukan masalah apakah ia mampu atau tidak yang utama adalah apakah ia berimanbpada Allah ataulah kafir. Jika kafir, tolak. Jika ia beriman dan menerapkan sistem alia aturan islam, maka. Ialah sejatinya seorang pemimpin yang didamba oleh umat. Umat yang tengah terpuruk oleh sisten yang menjadikan manusia hari ini layaknya binatang, bahkan lebih dari itu.
#Fastwriting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkata baik atau diam!