Hanya mereka yang mengambil pelajaran dari dakwah yang mampu membalas hujatan saudara seiman dengan semanis-manisnya senyuman
Hanya mereka yang benar-benar mengenal Allah Ta’ala yang mampu berdiri tegak tuk berpegang teguh pada tali agama-Nya
Hanya mereka yang benar-benar mengenal siapa pencipta dan pengatur kehidupan yang mampu menerima syariat-Nya dengan hati yang lapang
Aku bertanya pada diriku. Aku ingin menjadi seperti siapa?
Abu Bakarkah? Yang tatkala datang kebenaran Islam di hadapannya, ia tak ragu sedikitpun untuk mengimaninya
Atau Umar bin Khatthab? Yang menjadi penentang dakwah Islam pada awalnya, namun beriman dengan penuh ketegasan dan keberanian kemudian
Atau Abu Sufyan? Yang tergolong orang-orang yang menyusun makar busuk untuk menghalau dakwah Rasulullah SAW, namun pada akhirnya ia terpaksa menerima Islam dengan rasa malu tatkala Islam telah dimenangkan oleh Dzat Yang Maha Pemberi Kemenangan
Ataukah Abu Jahal dan Abu Lahab? Yang menjadi penentang di garda terdepan terhadap kebenaran risalah yang dibawa oleh Baginda Rasul yang mulia hingga malaikat maut menjemput mereka untuk pulang menemui Sang Pemilik Adzab yang pedih
Aku tahu bahwa pilihan terbaik adalah mengambil posisi sebagaimana Abu Bakar Ash-shiddiq r.a. Namun Aku khawatir jikalau Aku berada pada posisi Umar bin Khatthab atau Abu Sufyan. Dan yang paling tidak kuinginkan adalah berada pada golongan Abu Jahal dan Abu Lahab yang telah jelas-jelas dilaknat oleh Allah SWT.
Aku tahu … Jika Aku tidak memihak pada kebenaran, maka pastilah Aku berada pada pihak yang mendukung kebathilan. Adalah jelas batas antara keimanan dan kekufuran itu. Tak ada posisi yang netral. Aku takut salah langkah!
Samarinda, 13/05/17, 15.05
RWijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkata baik atau diam!