Oleh: RWijaya
Follow Ig @IndonesiaTanpaPacaran
Pemuda adalah simbol kekuatan. Kepekaannya yang khas mampu mengubah arah pergerakan dunia. Namun apa jadinya, jika para pemuda tangguh ini terlena oleh angin sepoi bernama pergaulan bebas? Sungguh, lubang inilah yang akan mengubur hidup-hidup potensi para pemuda harapan bangsa. Membuat mereka hina di mata dunia.
Adapun penguasa, ia layaknya perisai. Yang melindungi rakyatnya dari virus maksiat. Jangankan menganjurkan untuk bermaksiat, sarana untuk bermaksiat saja tidak diberikan tempat.
Namun miris. Penguasa hari ini layaknya orang yang tengah dilanda amnesia. Ia lupa bahwa rakyat yang ada di bawah kuasanya merupakan tanggung jawabnya, di dunia hingga akhirat. Jadilah mereka pembuat hukum yang jauh dari standar halal dan haram. Karena bagi mereka, kebijakan publik terpisah dari agama.
Belum lama ini, pemkab Purwakarta menyediakan tempat khusus bagi aktivis pacaran. Dengan beberapa peraturan terkait, menurut Dedi Mulyadi -bupati Purwakarta-, kebijakan itu mampu mengontrol serta mengawasi aktivitas muda-mudi yang berpacaran.
Tempat khusus yang yang dinamai dengan Bale Wakuncar ini adalah salah satu bukti bahwa kepedulian pemerintah tidak sepenuh hati. Mereka malah meluncurkan kebijakan yang tak memberikan solusi, yang hanya akan melanggengkan moral pemuda yang tengah tenggelam dalam lubang degradasi. Bukannya memberantas tuntas, tetapi malah memberikan fasilitas.
Wahai para penguasa! Giringlah para pemuda bangsamu menuju ketaatan pada Penciptanya, bukan ketaatan kepadamu yang menjerumuskan pada lubang hitam kemaksiatan. Mungkin saja kau sempurna atas jabatan, kekuasaan, serta harta yang kau punya. Tapi ingatlah! bahwa kesempurnaan hakiki hanya milik Allah Ta'ala semata.
Samarinda, 15/09/2016, 22.10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkata baik atau diam!